150 mahasiswa Fisipol mengikuti kuliah umum tentang “Manajemen Uang Saku dan Beasiswa”, yang meliputi : pengaturan keuangan pribadi, menciptakan penghasilan tambahan melalui usaha kreatif, merencanakan masa pensiun melalui tabungan terencana serta proses dalam pengajuan beasiswa.
Kegiatan yang baru pertama kali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fisipol ini, menghadirkan General Manager (GM) Credit Union Keling Kumang (CUKK)  Yohanes RJ, S.Pd, MM dan Head of Marketing Business dan Development CUKK, Itoi Thomas Aquino sebagai pemateri. 
Yohanes dalam pemaparan materinya mengatakan ada lima kunci dalam mengelola keuangan yang sangat baik yaitu Uang dan pendapatan, manajemen uang, belanja dan berhutang, menabung dan berinvestasi serta manajemen resiko. 
"Sebagaimana tujuan financial literacy bahwa setiap orang harus mengetahui kunci apa aset yang telah anda miliki dan mengetahui berbagai opsi dalam hidup anda. Financila literacy adalah menyangkut perencanaan target-target kehidupan anda". terang Yohanes di hadapan para generasi muda Universitas Kapuas Sintang.
Ditambahkan Yohanes, F.W. Raiffeisien, Pendiri Credit Union di Jerman 164 tahun lalu mengatakan, bahwa Credit Union tidak hanya membatasi pinjaman bagi anggota tetapi lebih dari pada itu. Tujuan utama CU adalah meningkatkan nilai fisik dan moral anggota dan mereka  akan bertindak sesuai dengan  keinginan dirinya sendiri..
Kaja, M.Si dalam sambutannya mewakil Dekan III Universitas Kapuas Sintang. Mengaku sangat senang dan bangga dengan panitia yang telah merumuskan kegiatan ini dengan baik. Ia meminta kepada seluruh peserta, agar sungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini dengan baik. Karena menurutnnya mata kuliah ini sangat penting diketahui oleh para mahasiswa.
Terlebih dikatakannya, hampir sebagian besar mahasiswa UNKAS jauh dari orangtunya. Secara otomatis pengaturan keuangan juga dilakukan oleh mahasiswa sendiri. Oleh kerena itu, ia menilai mata kuliah ini sangat penting dan tepat diberikan kepada para mahasiswa/i agar pengaturan keuangan mahsiswa benar-benar terkontrol dan tepat sasaran.
“Saya sangat senang kalian bisa mengadakan kegiatan seperti ini. Saya harap kalian bisa sungguh-sungguh  mengikutinya. Disini narasumber datang mengkhususkan waktu untuk berbagi ilmu kepada kalian semua. Tanpa dibayar mereka mau datang.” ungkap Kaja
Dalam proses perkuliahan yang berlangsung selama dua setengah jam, peserta sangat serius dan semangat mengikuti materi yang disampaikan oleh pemateri. Satu persatu peserta mengajukan pertanyaan tentang cara-cara mengerem pengeluaran yang tidak penting. Memilah-milah keperluan yang mana yang menjadi kebutuhan dasar dan kebutuhan yang bisa ditunda. Serta bisa menyisihkan beberapa persen dari pendapatan bisa ditabung.
"Dalam kuliah umum ini ada beberapa peserta yang mensharingkan pengalaman pribadinya mengatur keuangan yang selama ini masih kurang baik. Dan kedepan melalui pengetahuan yang telah mereka dapat dari materi-materi yang disampaikan oleh manajemen CUKK ini, mereka akan menerapkan apa yang sudah mereka dapat di kuliah umum ini", kata Itoi sebagai harapannya terhadap para peserta kuliah umum ini.
sumber:cukelingkumang.com
 
Top